Nurul Hidayat Blog

internet marketing, e-learning, web design, blogging, cms

Rilis Windows Ultimate Tweaker kami v 2.0 untuk Windows 7 dan Windows Vista. Ultimate Tweaker Windows TweakUI merupakan freeware Utility untuk tweaker dan mengoptimalkan Windows 7 & Windows Vista, 32-bit & 64-bit. Hanya dapat di-download dan digunakan sebagai aplikasi portabel untuk menyesuaikan Windows Anda untuk memenuhi kebutuhan Anda. Dengan bijaksana tweaker, dapat membuat sistem anda lebih cepat, lebih stabil, dan lebih aman hanya dengan beberapa klik mouse. The Tweaker mendeteksi apakah Anda memiliki Windows 7 atau Windows Vista terinstal dan sesuai menawarkan tweak yang relevan saja.

http://www.thewindowsclub.com/wp-content/uploads/2009/07/ultimate-windows-tweaker-v2.jpg

http://www.thewindowsclub.com/wp-content/uploads/2009/07/ultimate-windows-tweaker-v2.jpg

The Tweaker adalah 345KB. Exe file yang tidak memerlukan instalasi, tetapi belum kemasan lebih dari 150 tweak & pengaturan. Cukup download file zip, ekstrak isinya dan menjalankan Windows Ultimate Tweaker. Harap jangan melepaskan Kosong Icon dari executable root, Icon yang kosong akan disalin ke direktori system dan sebagaimana dimaksud pada runtime. Yang Tweaker telah dirancang oleh kolega MVP Ramesh Kumar untuk Windows Club.

Apa yang baru dalam UWT ?
- Revamped UI similar to Windows 7/Vista UI controls

- Improved: Optimize services, enable/disable services and start/stop as well instantly

- Added on System Information page
+ Version with build no
+ System Rating
+ Computer description

- Added on Personalization page
+ Disable Aero shake
+ Disable Aero Snap
+ Enable Jump lits and nos of jump list items
+ Sorted Startmenu with all Windows 7 items
+ Bing Search replaced Live Search in Custom Start Search
+ Use large icons on Taskbar
+ Disable Aero Peek preview
+ Group when Taskbar full is addedUWT w7

  • 0 Comments
  • Filed under: Kuliah
  • Jakarta - Aplikasi internet yang didukung broadband menawarkan peluang yang luar biasa untuk meningkatkan produktivitas suatu negara. Misalnya di dunia pendidikan, kesehatan, pemerintahan dan bisnis. Bagaimana dengan tipe konsumen internet di Indonesia.

    Merujuk hasil studi Nokia Siemens Network (NSN) yang dipaparkan di Menara Mulia, Selasa (22/12/2009), ternyata pengguna internet di Indonesia sekarang adalah orang-orang muda dengan kebutuhan internet mobile, yang berubah dari golongan pemula (adopter) ke life style.

    Dijelaskan oleh Yohanes Denny, Market Intlejen Unit NSN bahwa rata-rata pengguna internet di Indonesia melakukan akses internet dari rumah, bukan cafe, kantor, atau tempat publik lainnya. Dan dari rumah tersebut mereka menggunakan jenis low akses bandwith terbanyak dari handheld, bukan PC atau laptop.

    “Waktu akses internet konsumen Indonesia rata-rata adalah 16% dalam seminggu,sedangkan spending belanja internet adalah 10% dari penghasilan,” ujarnya Denny.

    Ditambahkan Denny, dari 16% tersebut kesemuanya dilakukan untuk kebutuhan personal seperti FB, browsing, dan sebagainya. Saat di kantor mereka menggunakan untuk menunjang produktivitas, sementara di luar kantor hanya untuk kebutuhan personal lagi.

    Dari studi tersebut ditarik kesimpulan bahwa Indonesia berada di level bawah, karena akses internet sebagian digunakan untuk urusan konsumerisme dan cenderung kurang produktif.

    Low Bandwith, Tren Konsumen Indonesia

    Denny menjelaskan bahwa koneksi internet bisa dilihat dari 2 sisi yakni jenis low bandwith dan high bandwith. Berdasar data NSN, ternyata masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan tipe low bandwith, karena akses yang dilakukan melalui handheld mereka. “Rata-rata konsumen Indonesia sudah puas dan nyaman dengan bandwith 300 Kbps, karena akses aplikasi melalui handheld berjenis low bandwith,” jelas Denny.

    Dari sisi operator mungkin berpikir bahwa kecepatan internet adalah segalanya, karena memungkinkan akses aplikasi web berjenis high bandwith, yang tujuan akhirnya adalah mendapatkan kepuasan konsumen. Sedangkan berdasar data NSN, ternyata kenyamanan adalah hal nomor satu. Dengan membuka aplikasi dari ponsel, berjenis low bandwith rata-rata konsumen sudah puas. Karena puas dengan low bandwith, maka hal ini menjadi kebiasaan mereka untuk ‘ngeksis’ di internet berbekal handheld kesayangan. ( fw / faw ) Sumber : Fajar Widiantoro - detikinet

  • 0 Comments
  • Filed under: Kuliah
  • Hari Raya Idul Qurban 1430 H


    Click here for Myspace Layouts

  • 0 Comments
  • Filed under: Kuliah
  • Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuhu….

    Saat istimewa berlalu tanpa tergantikan, semoga sisa usia habis dalam kebaikan…..
    ” Yaa Allah kami memohon cinta-MU, cinta orang-orang yang mencintai-MU, dan cinta kepada amal yang mendekatkan kami kepada cinta-MU, Ya dzal jalali wal ikraam…..”

    Kami segenap keluarga besar Program Teknik Informatika UNSOED Mengucapkan :

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H…..
    Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Bathiin…
    Taqobbalallahu mina wa minkum, Shiyaman wa shiyamakum….

    Kullu amin wa antum bi khoir….
    Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakhutu….

  • 0 Comments
  • Filed under: Aktivitas
  • Rakornas Aptikom 2009 di Manado

    “solikin -”
    milis-aptikom@yahoogroups.com

    Barusan saya dapat kabar dari Bpk.Ketua Umum Aptikom (setelah kemaren tgl 20 Agst 2009 bersama2 dg pak Sekjen Aptikom) terbang ke Manado utk mengecek kesiapan STMIK Parnaraya sbg tuan rumah (Host) diperoleh kabar bahwa Rakornas Aptikom 2009 di Manado Insya Allah akan dilaksanakan pada :

    tgl 17-19 Nov 2009.

    Semoga kita semua dapat berpartisipasi aktif dan dapat menikmati dahsyatnya keindahan Bunaken :

    http://www.dephut. go.id/INFORMASI/ TN%20INDO- ENGLISH/tn_ bunaken.htm
    http://id.wikipedia .org/wiki/ Pulau_Bunaken

    Salam

  • 0 Comments
  • Filed under: Kuliah
  • Seminar ICT 2009

    Undangan pertama dari http://www.darmajaya.ac.id/seminar/index.php, http://home.unpar.ac.id/~snika, UKDW Jogja,

    [ikomp-ugm] Internship program at IBM Indonesia
    Info Temen-temen, adik-adik, saudara-saudara,

    IBM Indonesia membuka lowongan untuk internship program selama 6 - 8 bulan. Program yg khusus diperuntukkan untuk fresh graduate ini berupa in-class learning, individual task, Business unit assignments and Team task/project assignment.

    Yang berminat silakan mendaftar di website yg tercantum dalam attachment.

    (See attached file: IBM APPRENTICESHIP PROGRAM.jpg)

    Best regards,

    Rudi Nugroho Yunianto

    PT IBM Indonesia
    Landmark Tower I - 31st fl.
    Jl. Jend. Sudirman no. 1
    Jakarta Indonesia
    ———— ——— ——— ——-
    phone : +62-21-5238198
    mobile : +62-816-813013
    infonet: 61 956-8198
    fax : +62-21-2512933
    e-mail : yrudi@id.ibm. com

  • 0 Comments
  • Filed under: Kuliah
  • Marhaban ya Ramadhan 1430 H

    Saya selaku pengelola blog mengucapkan Selamat menunaikan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1430 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Untuk membekali Ramadhan kali ini, saya sediakan materi-materi, silahkan download.

    Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan  khutbah-rasulullah-menjelang-ramadhan
    Panduan Ramadhan 1  panduan_ramadhan
    Panduan Ramadhan 1  panduanramadhan
    Ceramah Ramadhan 1  modul-ceramah-ramadhan
    Tanya Jawab Puasa  tanya-jawab-puasa
    Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1430 H, Mohon Keikhlasannya untuk dapat meMaafkan Lahir Batin atas segala Khilaf Lisan maupun Perbuatan baik yang saya sengaja maupun tidak.
    www.nurul.info
    Pengelola Web Blog

  • 0 Comments
  • Filed under: Kuliah
  • Malam Tasyakuran HUT RI 64

    Pada tahun ini saya menghadiri Malam Tasyakuran HUT RI 64

  • 1 Comment
  • Filed under: Kuliah
  • stilbpi14PURWOKERTO - Program Studi Teknik Informatika MIPA Fakultas Sains dan Teknik Unsoed bekerjasama dengan BanyumasPromo.Info menggelar seminar teknologi informasi bertajuk “Linuk for Education 2009″, Kamis (30/7) di Auditorium Fakultas Pertanian Karangwangkal Kampus UNSOED. Acara ini dalam rangka Grand Opening BanyumasPromo.Info sebagai Media Center Online BARLINGMASCAKEB.

    Ajang Seminar Teknologi Informasi “Linux For Education 2009”, menghadirkan Pemred InfoLINUX sekaligus Ketua Yayasan Pengguna Linux Indonesia, Rusmanto Maryanto dan Kepala Program Studi Teknik Informatika UNSOED sekaligus sebagai Manajer BanyumasPromo.Info, Nurul Hidayat, MKom.

    Produk teknologi seperti software komputer dan internet, mestinya dibuat agar bisa digunakan secara bebas oleh semua orang. Namun dalam perkembangannya, ternyata ada teknologi informatika yang kemudian dikomersilkan. Bahkan untuk menggunakannya secara. legal, kita harus mengeluarkan uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah. “Artinya kita dibatasi untuk mempelajari bahkan mengem¬bangkan teknologi ini. Padahal secara prinsip manusia bebas menggunakan,” kata Rusmanto Maryanto, pemimpin redaksi Info Linux Rusmanto Maryanto, dalam seminar Teknologi dan Informasi Linux For Education 2009.

    Linux, Gratis dan Legal

    Menurutnya, pembatasan penggunaan teknologi terjadi saat dibuatkan UU HAKI di AS tahun 1978-1979, yang akhirnya meluas sampai ke Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun tak semua software hanya bisa diperoleh dengan membeli. Ada pula yang bisa diperoleh secara gratis. Kalaupun membayar, hal itu hanya sekadar biaya untuk download atau penggandaan saja. Salah satu software (sistem operasi) yang bisa diperoleh secara gratis namun legal, adalah Linux.

    Hal itu karena sistem operasi ini dilindungi General Public License (GPL), di mana semua orang bebas menggu¬nakan, menggandakan, dan mengembangkan atau memodifikasi. Linux memiliki berbagai keunggulan lain. Berbagai virus yang bisa bekerja secara efektif di sistem operasi Windows produksi Microsoft, ternyata tak bisa bekerja di linux.

    Saat digunakan untuk download file dengan kecepatan bandwidth 100 kbps, pada linux temyata juga lebih cepat. Sementara itu, acara di Auditorium Fakultas Pertanian tersebut juga menghadirkan pembicara lain, yakni Ketua Program Studi Teknik Informatika Unsoed Nurul Hidayat selaku praktisi informatika.

    Masyarakat mungkin telah akrab dengan sistem windows pada perangkat komputer. Namun begitu, lisensi berbayar membuat penyebaran sistem operasi dan software pendukungnya mahal dan beresiko hukum sehingga sulit disebarluaskan. Sistem komputer berbasis opensource menjadi salah satu solusi alternatif umuk mengatasi mahalnya sistem operasi windows.

    Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknologi Informasi (TI) Unsoed Nurul Hidayat M.Kom sekaligus sebagai Manager BanyumasPromo.Info [BPi] di sela-sela seminar teknologi informasi bertajuk Linux for Education 2009 mengungkapkan, melihat kondisi ini, pihaknya berencana untuk merubah mindset atau pola pikir masyarakat untuk beralih menggunakan sistem operasi open source. Hal ini dilakukan mulai dari kalangan Unsoed. “Sasaran kita yang pertama adalah kalangan akademika di Unseod. Kita akan lakukan secara bertahap. Misalnya saat ini kita mulai mencoba penggunaan program opensource seperti Open Office untuk menggantikan Microsoft Office. Migrasi selanjutnya akan mulai kita tawarkan pada periode rektor baru. Yang nantinya akan merambah ke seluruh dosen dan karyawan di lingkungan Unsoed,” ungkapnya.

    “Ini sesuai program yang dicanangkan Depkominfo mengenai penggunaan sistem pengoperasian opensource. Selain itu, opensource ini juga sudah banyak digunakan di banyan universitas besar seperti UGM. Serta berbagai perusahaan. Di Purwokerto para pengusaha warnet juga sudah mulai beralih penggunaan system operasinya ke Linux” tambahnya.

    Lebih lanjut Nurul Hidayat mengungkapkan perkembangan teknologi komputer di Banyumas lebih dikuasai oleh praktisi yang jarang arang terekspose. “Di Banyumas perkembangan teknologi komputer justru bertumpu pada pihak-pihak yang bergerak secara underground,” jelasnya.

    Perlu Sosialisasi

    Acara juga berlangsung meriah. Pesertanya berasal dari berbagai kalangan pendidikan, industri dan pemerintah. Target yang diharapkan adalah untuk megenalkan masyarakat pada Linux umumnya dan pada civitas akademika Unsoed khususnya.

    Salah satu perserta Haris, guru SMA Al Hidayah mengatakan perlu sosialisasi terus menerus untuk penggunaan Linux, terutarna, di dunia pendidikan. Sandy mahasiswa UMP menilai, penggunaan sistem open source memberikan kemudahan bagi setiap pengguna untuk bebas menentukan penggunaannya. “Sistem seperti ini yang yang banyak dicari,” nilainya.[BPi]

  • 1 Comment
  • Filed under: Kuliah
  • OnnoJakarta - Pengakuan dan pujian diberikan oleh sejumlah peneliti dan aktifis bidang ICT (Information and Communication Technology) sesaat ketika saya usai memaparkan presentasi tentang penelitian perkembangan pemanfaatan media baru (Internet) dan kaitannya dengan kebebasan berekspresi di Indonesia. Salah satu poin yang saya paparkan adalah gerakan advokasi Internet Sehat versi rakyat (http://www.internetsehat.org) yang pro pada kebebasan berekspresi di Internet secara aman dan bijak, dengan pendekatan self-censorship dan pemberdayaan masyarakat.

    Pengakuan dari internasional tersebut terjadi belum lama berselang, ketika saya mengikuti workshop khusus bagi para peneliti dan aktifis ICT se-Asia dalam lingkup OpenNet Initiative (baca: http://en.wikipedia.org/wiki/OpenNet_Initiative) di Wawasan Open University, Penang, Malaysia, pada Senin (15/5/2009) hingga Rabu (17/6/2009). Ini adalah workshop putaran yang ketiga, setelah pada pertengahan tahun lalu putaran keduanya juga saya ikuti di Chiang Mai, Thailand.

    Khusus pada putaran ketiga ini, Indonesian ICT for Partnership (ICT Watch) bersinergi dengan dunia akademis dengan mengundang Akbar Marwan dari Universitas Gunadarma (baca: http://www.gunadarma.ac.id) yang turut aktif berperan menyuarakan kepentingan dan keberhasilan Indonesia dalam workshop tersebut.

    Menurut para wakil dari negara sahabat tersebut, program Internet Sehat versi rakyat tersebut adalah contoh yang unik dan inspiratif tentang bagaimana program advokasi kepada publik dilakukan dengan menggunakan sejumlah media baru (facebook, blog, crowdvine) digabungkan dengan kegiatan-kegiatan offline seperti workshop dan seminar, dan juga dilengkapi dengan ketersediaan booklet panduan dalam bentuk hardcopy maupun softcopy, merchandise hingga lomba blog sehat untuk meningkatkan awareness publik.

    Blessing in disguise, Indonesia mendapatkan jadwal sesi paling akhir bersama Filipina, pada hari terakhir, setelah dua hari sebelumnya sejumlah peneliti dari negara lain di Asia memaparkan presentasinya. “Your presentation is the most interesting one so far,” demikian pujian yang disampaikan oleh India.

    Usai presentasi, sejumlah peneliti langsung meminta dikirimkan via e-mail materi presentasi Indonesia tersebut. “Saya akan coba kembangkan cara-caranya menjalankan advokasi (ala Internet Sehat) di negara saya,” cetus salah satu wakil dari negara lain.

    Workshop OpenNet Initiative itu sendiri dihadiri oleh peneliti dan aktivis ICT dari Universitas Toronto Kanada, Sekolah Hukum Harvard Amerika, Universitas Oxford Inggris dan Universitas Cambridge Inggris. Keempat perguruan tinggi kenamaan tersebut adalah penggagas kegiatan OpenNet Initiative yang didanai oleh negara Kanada melalui lembaga International Development Research Centre (http://www.idrc.ca).

    7 Tahun

    Pada tulisan ini sengaja saya tekankan kata “rakyat” hanyalah sekedar untuk memberikan garis tegas yang membedakan program advokasi Internet Sehat yang berbasiskan pemberdayaan masyarakat dengan program dengan nama sejenis yang kini mulai marak digulirkan baik oleh swasta maupun pemerintah. Pasalnya, kini mulai banyak yang bertanya, apa bedanya Internet Sehat yang satu dengan yang lainnya.

    Sekedar menyampaikan catatan sejarah, istilah Internet Sehat pada awalnya saya cetuskan pada sekitar 7 tahun silam, tepatnya pada 2002. Salah satu kegiatan awal memperkenalkan program Internet Sehat ke publik secara luas adalah pada 29 April 2002, dengan meluncurkan situs resmi dan brosur hardcopy Internet Sehat edisi perdana (baca: http://www.mail-archive.com/komunitas@sekolah2000.org/msg00703.html).

    Bahkan sebulan sebelum peluncuruan tersebut, ICT Watch telah memulai gerakan ber-Internet Sehat dengan bentuk advokasi offline kepada Majelis Ulama Indonesia pada 13 Maret 2002 (baca: http://www.mail-archive.com/komunitas@sekolah2000.org/msg00563.html). Sebelumnya, pada 10 Maret 2002, untuk kali pertama saya meluncurkan draft ide/gagasan tentang 5 (lima) langkah program advokasi Internet Sehat (baca: http://www.mail-archive.com/komunitas@sekolah2000.org/msg00552.html).

    Dari arsip diskusi di atas, dapatlah menjadi gambaran bagaimana sebenarnya visi-misi dari program advokasi Internet Sehat versi rakyat yang pertama kali dicanangkan dan dijalankan oleh ICT Watch sejak 2002 silam. Jelas bahwa program advokasi Internet Sehat yang diusung oleh ICT Watch adalah “mengedepankan kebebasan berekspresi di Internet secara aman (safely) dan bijak (wisely), dengan pendekatan self-censorship dan pemberdayaan masyarakat”.

    Bottom-Up

    Jadi ketika ada program atau kegiatan yang mengusung nama Internet Sehat” tetapi pendekatannya adalah mutlak melulu soal filtering total di level ISP atau bersifat top-down (perintah/kewajiban), atau sekedar membuat acara/program seremonial belaka, maka sudah jelas program atau kegiatan tersebut “mendurhakai” atau “menciderai” semangat awal Internet Sehat tahun 2002. Atau setidaknya, dapat dkatakan bahwa program atau kegiatan tersebut bukanlah Internet Sehat dengan pendekatan bottom-up yang merakyat.

    Ini bukan berarti ICT Watch ingin mengklaim sepenuhnya gerakan advokasi Internet Sehat. Justru sebaliknya, ICT Watch tidak ingin Internet Sehat diklaim oleh segelintir orang atau golongan saja sebagai hasil karyanya atau keberhasilannya. Sebab tanpa adanya semangat dan partisipasi dari masyarakat luas, program Internet Sehat hanyalah slogan semata sejak 2002 silam. Dalam kegiatannya, khususnya Internet Sehat, ICT Watch selalu melibatkan sebanyak mungkin pihak-pihak terkait, entah itu dari pemerintah, swasta ataupun masyarakat sendiri.

    ICT Watch sendiri sudah menganggap bahwa istilah Internet Sehat sudah cukup popular di masyarakat dan sudah saatnya menjadi public domain. Keberhasilan atas awareness yang dibangun sejak 7 tahun silam tersebut tentu lantaran peran aktif seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

    Setelah Internet Sehat kini menjadi populer dan dikenal cukup luas, maka peran ICT Watch berikutnya adalah menjaga agar kemurnian semangat (spirit) dan jiwa (soul) Internet Sehat tetap tegak terjaga sebagaimana dilahirkan 7 tahun lalu, dengan meminimalisir kemungkinan di-”manfaatkan” atau disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Salah satu penyalahgunaan tersebut misalnya untuk keperluan sekedar mendapatkan proyek ini-itu berkedok sosialisasi, untuk kepentingan pribadi atau segelintir kelompok tertentu, dengan seolah-olah peduli dan paham semangat mendasar dari Internet Sehat.

    Dilindungi

    Untuk menjaga kemurnian Internet Sehat itulah, maka ICT Watch sebagai pencetus awal nama, konsep dan ide Internet Sehat, telah mendaftarkan secara resmi hak cipta dan hak merek atas penggunaan “Internet Sehat” ke Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual (Ditjen HaKI). Meskipun demikian, untuk berbagai bentuk penggunaan kata, istilah ataupun konten Internet Sehat bagi kegiatan sosialiasi dan advokasi oleh siapapun, ICT Watch akan menggunakan pendekatan “Creative Common License” (baca: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0), dengan lisensi Rp 0,- (nol rupiah), alias tidak berbayar sepeserpun untuk lisensi penggunaannya.

    Intinya, kata, istilah maupun konten Internet Sehat dapat digunakan oleh siapapun secara luas tanpa terkecuali asalkan: 1). tetap menyebutkan sumber asalnya (ICT Watch) secara jelas dan proporsinal dalam setiap penggunaan, serta 2). setiap penggunaan harus tetap mengacu pada semangat dan jiwa Internet Sehat yang dicanangkan pada 2002.

    Jika salah satu atau kedua hal tersebut tidak dipenuhi syaratnya, maka Creative Common License tadi tidak dapat diberlakukan. Pastinya hak atas kekayaan intelektual atas “Internet Sehat” dilindungi oleh undang-undang.

    Posisi dan sikap ICT Watch atas Internet Sehat tersebut di atas sudah didiskusikan langsung kepada Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), sebagai salah satu pihak yang juga menggulirkan program dengan nama serupa, “Internet Sehat” berlandaskan pada SK Menkominfo No. 28/KEP/M/Kominfo/1/2009 tentang Tim Sosialisasi Internet Sehat.

    Risalah diskusi antara ICT Watch dan pihak Depkominfo tersebut dapat dibaca di http://ictwatch.com/internetsehat/2009/02/16/internet-sehat-antara-ict-watch-dan-depkominfo-notulen-diskusi.

    Relawan Sehat

    Jadi, kini tak perlu ragu lagi untuk menggunakan ataupun menjalankan program Internet Sehat secara swadaya masyarakat. Seluruh konten Internet Sehat dapat diunduh di http://ictwatch.com/internetsehat/download-materi-internet-sehat dan silakan digunakan sesuai dengan semangat Internet Sehat 2002 silam, yakni: “mengedepankan kebebasan berekspresi di Internet secara aman (safely) dan bijak (wisely), dengan pendekatan self-censorship dan pemberdayaan masyarakat”.

    Untuk mendukung kegiatan Internet Sehat tersebut, kini ICT Watch tengah membangun “Lab Komputer Sehat”, lagi-lagi dengan mengedepankan semangat dari-oleh-untuk masyarakat. Pembangunan Lab Sehat ini juga menjadi salah satu poin yang saya presentasikan di Penang.

    Lab tersebut diberi nama Lab Komputer Sehat, karena:

    * Sehat sistem operasi dan aplikasinya, karena menggunakan sistem operasi ataupun piranti lunak yang legal (bukan bajakan)
    * Sehat (rencana) program pelatihannya, karena diharapkan materinya mendorong kebebasan berekspresi yang aman dan nyaman di Internet
    * Sehat semangatnya, karena didorong pada keinginan untuk berbagi pengetahuan yang aplikatif secara non-profit dari-oleh-bagi masyarakat

    Jika sudah berjalan, sejumlah kegiatan-kegiatan nantinya akan mengusung tema “Open Community for Open Knowledge”, melibatkan siapapun yang ingin menjadi relawan “sehat” (pengajar, pengembang program/komunitas, dll), sponsor ataupun aneka bentuk dukungan lainnya. Jika ingin lebih tahu tentang lab tersebut atau ingin turut berpartisipasi dalam mengembangkannya melalui berbagai jenis pemikiran dan karya, silakan baca informasinya di http://ictwatch.com/internetsehat/2009/04/01/pembangunan-lab-komputer-sehat.

    Untuk itu, segeralah bergabung dengan komunitas Internet Sehat di Facebook (http://www.facebook.com/group.php?gid=51509636319) ataupun di CrowdVine (http://internetsehat.crowdvine.com), dan kumandangkan semangat “wise while online, think before you posting!”.

    *) Donny B.U. adalah penggiat Internet Sehat. Dapat dihubungi melalui blognya di http://www.donnybu.com / http://donnybu.blogdetik.com

    Keterangan foto:
    - Atas: Sejumlah brosur dan booklet Internet Sehat dari masa ke masa, dari edisi 2002 (kiri atas) hingga edisi 2008 (tengah bawah)
    - Tengah: Mahasiswa D3 Teknik Komputer Universitas Gunadarma sedang menyiapkan komputer layak pakai sumbangan PT Petrosea Tbk. di garasi ICT Watch untuk Lab Komputer Sehat
    - Bawah: Salah satu acara talkshow Internet Sehat didukung oleh Majalah Biskom, XL-CSR dan detikINET menghadirkan Onno Purbo (Pakar Internet), Febriati Nadira (XL) dan Lola Amaria (Pekerja Seni dan Film) ( dbu / ash )
    Sumber : http://www.facebook.com/ext/share.php?sid=94584482619&h=fK_Wc&u=ww8nH&ref=nf



    Kegiatan

    February 2010
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728

    WildfirePost