Nurul Hidayat Blog

internet marketing, e-learning, web design, blogging, cms

OnnoJakarta - Pengakuan dan pujian diberikan oleh sejumlah peneliti dan aktifis bidang ICT (Information and Communication Technology) sesaat ketika saya usai memaparkan presentasi tentang penelitian perkembangan pemanfaatan media baru (Internet) dan kaitannya dengan kebebasan berekspresi di Indonesia. Salah satu poin yang saya paparkan adalah gerakan advokasi Internet Sehat versi rakyat (http://www.internetsehat.org) yang pro pada kebebasan berekspresi di Internet secara aman dan bijak, dengan pendekatan self-censorship dan pemberdayaan masyarakat.

Pengakuan dari internasional tersebut terjadi belum lama berselang, ketika saya mengikuti workshop khusus bagi para peneliti dan aktifis ICT se-Asia dalam lingkup OpenNet Initiative (baca: http://en.wikipedia.org/wiki/OpenNet_Initiative) di Wawasan Open University, Penang, Malaysia, pada Senin (15/5/2009) hingga Rabu (17/6/2009). Ini adalah workshop putaran yang ketiga, setelah pada pertengahan tahun lalu putaran keduanya juga saya ikuti di Chiang Mai, Thailand.

Khusus pada putaran ketiga ini, Indonesian ICT for Partnership (ICT Watch) bersinergi dengan dunia akademis dengan mengundang Akbar Marwan dari Universitas Gunadarma (baca: http://www.gunadarma.ac.id) yang turut aktif berperan menyuarakan kepentingan dan keberhasilan Indonesia dalam workshop tersebut.

Menurut para wakil dari negara sahabat tersebut, program Internet Sehat versi rakyat tersebut adalah contoh yang unik dan inspiratif tentang bagaimana program advokasi kepada publik dilakukan dengan menggunakan sejumlah media baru (facebook, blog, crowdvine) digabungkan dengan kegiatan-kegiatan offline seperti workshop dan seminar, dan juga dilengkapi dengan ketersediaan booklet panduan dalam bentuk hardcopy maupun softcopy, merchandise hingga lomba blog sehat untuk meningkatkan awareness publik.

Blessing in disguise, Indonesia mendapatkan jadwal sesi paling akhir bersama Filipina, pada hari terakhir, setelah dua hari sebelumnya sejumlah peneliti dari negara lain di Asia memaparkan presentasinya. “Your presentation is the most interesting one so far,” demikian pujian yang disampaikan oleh India.

Usai presentasi, sejumlah peneliti langsung meminta dikirimkan via e-mail materi presentasi Indonesia tersebut. “Saya akan coba kembangkan cara-caranya menjalankan advokasi (ala Internet Sehat) di negara saya,” cetus salah satu wakil dari negara lain.

Workshop OpenNet Initiative itu sendiri dihadiri oleh peneliti dan aktivis ICT dari Universitas Toronto Kanada, Sekolah Hukum Harvard Amerika, Universitas Oxford Inggris dan Universitas Cambridge Inggris. Keempat perguruan tinggi kenamaan tersebut adalah penggagas kegiatan OpenNet Initiative yang didanai oleh negara Kanada melalui lembaga International Development Research Centre (http://www.idrc.ca).

7 Tahun

Pada tulisan ini sengaja saya tekankan kata “rakyat” hanyalah sekedar untuk memberikan garis tegas yang membedakan program advokasi Internet Sehat yang berbasiskan pemberdayaan masyarakat dengan program dengan nama sejenis yang kini mulai marak digulirkan baik oleh swasta maupun pemerintah. Pasalnya, kini mulai banyak yang bertanya, apa bedanya Internet Sehat yang satu dengan yang lainnya.

Sekedar menyampaikan catatan sejarah, istilah Internet Sehat pada awalnya saya cetuskan pada sekitar 7 tahun silam, tepatnya pada 2002. Salah satu kegiatan awal memperkenalkan program Internet Sehat ke publik secara luas adalah pada 29 April 2002, dengan meluncurkan situs resmi dan brosur hardcopy Internet Sehat edisi perdana (baca: http://www.mail-archive.com/komunitas@sekolah2000.org/msg00703.html).

Bahkan sebulan sebelum peluncuruan tersebut, ICT Watch telah memulai gerakan ber-Internet Sehat dengan bentuk advokasi offline kepada Majelis Ulama Indonesia pada 13 Maret 2002 (baca: http://www.mail-archive.com/komunitas@sekolah2000.org/msg00563.html). Sebelumnya, pada 10 Maret 2002, untuk kali pertama saya meluncurkan draft ide/gagasan tentang 5 (lima) langkah program advokasi Internet Sehat (baca: http://www.mail-archive.com/komunitas@sekolah2000.org/msg00552.html).

Dari arsip diskusi di atas, dapatlah menjadi gambaran bagaimana sebenarnya visi-misi dari program advokasi Internet Sehat versi rakyat yang pertama kali dicanangkan dan dijalankan oleh ICT Watch sejak 2002 silam. Jelas bahwa program advokasi Internet Sehat yang diusung oleh ICT Watch adalah “mengedepankan kebebasan berekspresi di Internet secara aman (safely) dan bijak (wisely), dengan pendekatan self-censorship dan pemberdayaan masyarakat”.

Bottom-Up

Jadi ketika ada program atau kegiatan yang mengusung nama Internet Sehat” tetapi pendekatannya adalah mutlak melulu soal filtering total di level ISP atau bersifat top-down (perintah/kewajiban), atau sekedar membuat acara/program seremonial belaka, maka sudah jelas program atau kegiatan tersebut “mendurhakai” atau “menciderai” semangat awal Internet Sehat tahun 2002. Atau setidaknya, dapat dkatakan bahwa program atau kegiatan tersebut bukanlah Internet Sehat dengan pendekatan bottom-up yang merakyat.

Ini bukan berarti ICT Watch ingin mengklaim sepenuhnya gerakan advokasi Internet Sehat. Justru sebaliknya, ICT Watch tidak ingin Internet Sehat diklaim oleh segelintir orang atau golongan saja sebagai hasil karyanya atau keberhasilannya. Sebab tanpa adanya semangat dan partisipasi dari masyarakat luas, program Internet Sehat hanyalah slogan semata sejak 2002 silam. Dalam kegiatannya, khususnya Internet Sehat, ICT Watch selalu melibatkan sebanyak mungkin pihak-pihak terkait, entah itu dari pemerintah, swasta ataupun masyarakat sendiri.

ICT Watch sendiri sudah menganggap bahwa istilah Internet Sehat sudah cukup popular di masyarakat dan sudah saatnya menjadi public domain. Keberhasilan atas awareness yang dibangun sejak 7 tahun silam tersebut tentu lantaran peran aktif seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

Setelah Internet Sehat kini menjadi populer dan dikenal cukup luas, maka peran ICT Watch berikutnya adalah menjaga agar kemurnian semangat (spirit) dan jiwa (soul) Internet Sehat tetap tegak terjaga sebagaimana dilahirkan 7 tahun lalu, dengan meminimalisir kemungkinan di-”manfaatkan” atau disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Salah satu penyalahgunaan tersebut misalnya untuk keperluan sekedar mendapatkan proyek ini-itu berkedok sosialisasi, untuk kepentingan pribadi atau segelintir kelompok tertentu, dengan seolah-olah peduli dan paham semangat mendasar dari Internet Sehat.

Dilindungi

Untuk menjaga kemurnian Internet Sehat itulah, maka ICT Watch sebagai pencetus awal nama, konsep dan ide Internet Sehat, telah mendaftarkan secara resmi hak cipta dan hak merek atas penggunaan “Internet Sehat” ke Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual (Ditjen HaKI). Meskipun demikian, untuk berbagai bentuk penggunaan kata, istilah ataupun konten Internet Sehat bagi kegiatan sosialiasi dan advokasi oleh siapapun, ICT Watch akan menggunakan pendekatan “Creative Common License” (baca: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0), dengan lisensi Rp 0,- (nol rupiah), alias tidak berbayar sepeserpun untuk lisensi penggunaannya.

Intinya, kata, istilah maupun konten Internet Sehat dapat digunakan oleh siapapun secara luas tanpa terkecuali asalkan: 1). tetap menyebutkan sumber asalnya (ICT Watch) secara jelas dan proporsinal dalam setiap penggunaan, serta 2). setiap penggunaan harus tetap mengacu pada semangat dan jiwa Internet Sehat yang dicanangkan pada 2002.

Jika salah satu atau kedua hal tersebut tidak dipenuhi syaratnya, maka Creative Common License tadi tidak dapat diberlakukan. Pastinya hak atas kekayaan intelektual atas “Internet Sehat” dilindungi oleh undang-undang.

Posisi dan sikap ICT Watch atas Internet Sehat tersebut di atas sudah didiskusikan langsung kepada Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), sebagai salah satu pihak yang juga menggulirkan program dengan nama serupa, “Internet Sehat” berlandaskan pada SK Menkominfo No. 28/KEP/M/Kominfo/1/2009 tentang Tim Sosialisasi Internet Sehat.

Risalah diskusi antara ICT Watch dan pihak Depkominfo tersebut dapat dibaca di http://ictwatch.com/internetsehat/2009/02/16/internet-sehat-antara-ict-watch-dan-depkominfo-notulen-diskusi.

Relawan Sehat

Jadi, kini tak perlu ragu lagi untuk menggunakan ataupun menjalankan program Internet Sehat secara swadaya masyarakat. Seluruh konten Internet Sehat dapat diunduh di http://ictwatch.com/internetsehat/download-materi-internet-sehat dan silakan digunakan sesuai dengan semangat Internet Sehat 2002 silam, yakni: “mengedepankan kebebasan berekspresi di Internet secara aman (safely) dan bijak (wisely), dengan pendekatan self-censorship dan pemberdayaan masyarakat”.

Untuk mendukung kegiatan Internet Sehat tersebut, kini ICT Watch tengah membangun “Lab Komputer Sehat”, lagi-lagi dengan mengedepankan semangat dari-oleh-untuk masyarakat. Pembangunan Lab Sehat ini juga menjadi salah satu poin yang saya presentasikan di Penang.

Lab tersebut diberi nama Lab Komputer Sehat, karena:

* Sehat sistem operasi dan aplikasinya, karena menggunakan sistem operasi ataupun piranti lunak yang legal (bukan bajakan)
* Sehat (rencana) program pelatihannya, karena diharapkan materinya mendorong kebebasan berekspresi yang aman dan nyaman di Internet
* Sehat semangatnya, karena didorong pada keinginan untuk berbagi pengetahuan yang aplikatif secara non-profit dari-oleh-bagi masyarakat

Jika sudah berjalan, sejumlah kegiatan-kegiatan nantinya akan mengusung tema “Open Community for Open Knowledge”, melibatkan siapapun yang ingin menjadi relawan “sehat” (pengajar, pengembang program/komunitas, dll), sponsor ataupun aneka bentuk dukungan lainnya. Jika ingin lebih tahu tentang lab tersebut atau ingin turut berpartisipasi dalam mengembangkannya melalui berbagai jenis pemikiran dan karya, silakan baca informasinya di http://ictwatch.com/internetsehat/2009/04/01/pembangunan-lab-komputer-sehat.

Untuk itu, segeralah bergabung dengan komunitas Internet Sehat di Facebook (http://www.facebook.com/group.php?gid=51509636319) ataupun di CrowdVine (http://internetsehat.crowdvine.com), dan kumandangkan semangat “wise while online, think before you posting!”.

*) Donny B.U. adalah penggiat Internet Sehat. Dapat dihubungi melalui blognya di http://www.donnybu.com / http://donnybu.blogdetik.com

Keterangan foto:
- Atas: Sejumlah brosur dan booklet Internet Sehat dari masa ke masa, dari edisi 2002 (kiri atas) hingga edisi 2008 (tengah bawah)
- Tengah: Mahasiswa D3 Teknik Komputer Universitas Gunadarma sedang menyiapkan komputer layak pakai sumbangan PT Petrosea Tbk. di garasi ICT Watch untuk Lab Komputer Sehat
- Bawah: Salah satu acara talkshow Internet Sehat didukung oleh Majalah Biskom, XL-CSR dan detikINET menghadirkan Onno Purbo (Pakar Internet), Febriati Nadira (XL) dan Lola Amaria (Pekerja Seni dan Film) ( dbu / ash )
Sumber : http://www.facebook.com/ext/share.php?sid=94584482619&h=fK_Wc&u=ww8nH&ref=nf

Cover Girl


Create Fake Magazine Covers with your own picture at MagMyPic.com

  • 0 Comments
  • Filed under: Familiy, nasywa
  • Groups Sepeda di Facebook

    Telah di dirikan sebuah Group di Facebook untuk para pencinta sepeda dengan group masing-masing, Bicycling Purwokerto, B2W Purwokerto, B2W UNSOED. referensi dalam pembuatan komunitas : http://b2w-jogja.web.id, Majalah http://www.bicycling.co.za/, http://www.bicycling.com/, http://bicycling.511.org, http://adipuracyclingclub.blogspot.com/

  • 0 Comments
  • Filed under: B2W
  • Mengaktifkan TAGGED

    Aplikasi Internet dengan TAGGED.Com sudah saya lakukan sejak Maret 2007 tetapi baru kali ini saya mengaktifkan kembali dengan komunitas sepeda adipura dan purwokerto, Layanan Social Network ini memang sangat bagus juga, Alamat tagged ku http://www.tagged.com/masnurul dengan asesoris yang ada diantaranya Cover Majalah di http://www.magmypic.com/creation dengan member http://gigya.com [nurulevi@yahoo.com], di tagged bebas mau nambah apa aja.

  • 0 Comments
  • Filed under: Kuliah
  • Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMPP) se-Jawa Timur mengharamkan penggunaan jejaring sosial seperti “friendster” dan “facebook” yang berlebihan. “Berlebihan itu antara lain jika penggunaannya menjurus pada perbuatan mesum, dan yang tidak bermanfaat,” kata Humas FMPP, Nabil Harun di Kediri Jawa Timur Jumat. Ia mengatakan, penggunaan forum jejaring sosial, seperti, “friendster”, “facebook”, maupun media komunikasi lainnya, seperti “audio call”, “video call”, SMS, 3G yang diperbolehkan adalah yang membawa manfaat, seperti dagang, “khitbah” (lamaran), jual-beli, maupun dakwah.

    Nabil mengatakan penggunaan jejaring tersebut sudah mengarah pada perilaku mesum, terlihat dari berbagai gambar dan tulisan yang terpampang.

    Nabil mengungkapkan, pengambilan kebijakan mengharamkan penggunaan “facebook” berlebihan itu didasarkan pada Kitab Suci dan Hadis, di antaranya kitab “Bariqah Mahmudiyyah” vol. IV hal. 7, Ihya “Ulumuddin” vol. III hal. 99, “I`anatut Thalibin” vol. III hal. 260, serta beberapa landasan kitab lainnya.

    “Dalam mengambil kebijakan, kami tidak main-main, karena kami juga berdasakan kitab dan Quran,” katanya.

    Ia juga menjelaskan pengambilan keputusan tersebut berbeda dengan pengambilan keputusan lembaga lainnya yang juga mengadakan “bahtsul masail” dan biasanya dilakukan dengan suara terbanyak.

    “Sementara keputusan forum tersebut dengan kata musyawarah mufakat. Jika memang tidak ada keputusan, akan dibahas di forum tertinggi,” katanya mengungkapkan.

    Dalam pengambilan keputusan tersebut, Nabil menjelaskan, forum selalu diawasi dengan perumus, yang dilanjutkan dilanjutkan dengan keputusan “musyahih” (untuk mensahkan).

    Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMPP) se-Jawa Timur XI di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-aat Lirboyo, Kota Kediri tersebut, diikuti sekitar 700 santri.

    Dalam forum tersebut dibahas sebanyak delapan hal, mulai dari jejaring sosial, pro kontra Ponari, dilema perempuan di masa “iddah” (menunggu setelah suami meninggal), dan beberapa bahan lainnya.

    Hadir dalam kegiatan tersebut, para perumus dan musyahih, di antaranya K.H. Atoillah S. Anwar dari Lirboyo, Kediri, K.H. Abdul Muid dari Robithoh Maahid Islamiyah (RMI), K.H. Sunandi dari Banyuwangi, serta beberapa kiai lainnya. Sumber : http://regional.kompas.com/

  • 0 Comments
  • Filed under: Kuliah
  • Sumber: www.galeri.myquran.org

    Bukti kebesaran Allah SWT, batu tempat duduk Nabi Muhammad SAW di masa beliau melaksanakan Isra Mi’raj sampai kini masih tetap melayang di udara. Konon pada saat Nabi Muhammad akan ber-Mi’raj, batu tersebut ingin ikut, tetapi segera beliau menghentakan kakinya pada batu itu, maksudnya agar batu tersebut tak usah ikut. Batu gantung tersebut berada dalam area Masjid Umar (Dome of The Rock) di lingkungan Masjidil Al Aqsha di Jarussalem.

    Di bawah ini adalah foto pemberian rekan blog, si Riska, sewaktu melawat Al Aqsha (yang sebenarnya) di Jerussalem.

    doom-the-rockSumber Gambar dari www.galeri.myquran.org

    Foto ini bisa lolos karena tidak diketahui oleh pihak Israel yang menjaga tempat itu dengan sangat ketat.

    Sampai sekarang Masjid Dome of The Rock ditutup untuk umum, dan Yahudi membuat Masjid lain ‘Al Sakhra’ tak jauh disebelahnya dengan kubah “emas” (yang sering terlihat di poster-poster yang disebarkan ke seluruh dunia dimana-mana) dan disebut sebagai Al Aqsha, untuk mengelabui ummat Islam dimana masjid Al Aqsha yang sebenarnya pernah disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai “Masjid Kubah Biru.”

    Saat ini masjid Al Aqsha yang sebenarnya sudah diambil alih oleh Israel dan rencananya mau dihancurkan untuk diganti sebagai tempat ibadah mereka karena bersebelahan dengan tembok ratapan.

    real-aqsha

    Sumber Gambar: Antara al Aqsha & Dome of The Rock

    Dome of the Rock didirikan pada Dinasti Umayyah tahun 687-691 merupakan sebuah bangunan yang menyerupai mesjid yang disitu dipercayai umat Islam terdapat sebongkah batu tempat Nabi Muhammad berdiri sebelum melesat ke langit yang ketujuh dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.

    Sedangkan Masjid AL Aqsa (yang artinya masjid paling jauh) adalah mesjid dimana Saidina Umar bin Khatab melalukan sholat ketika datang ke Yerusalem. Mesjid ini selesai dibangun pada tahun 710 - merupakan salah satu dari tiga mesjid paling bersejarah selain Masjidil Haram di Makkah dan Mesjid Nabawi di Madinah.

    Dome of the rock dan Masjid Al Aqsa terletak dalam satu komplek Masjidil Aqsa atau Al Haram Al Syarif/noble sanctuary/suaka kudus bagi umat Islam -dan Temple Mount/Har Ha-Bayit/Bukit Baitallah bag umat Yahudi dan Nasrani-di Baitulmuqaddis (Yerusalem). Tempat ini merupakan tempat ketiga paling suci bagi umat Islam dan tempat paling suci bagi umat Yahudi (Kuil Sulaiman) dan Nasrani (makam Kristus).Keompok Radikal Yahudi Israel ingin menghancurkan kompleks tersebut karena tempat itu diklim oleh mereka sebagai tempat suci yang akan dibangun Kuil Sulaiman.

    masjid-al-sakhraMasjid Al Sakhra

    Sumber Gambar www.girlsoloinarabia.typepad.com

    mesjid-al-aqshaAl Aqsha

    Sumber Gambar www.diyas.blogs.friendster.com

    dari-atasSumber Gambar dari Anna Edgerton

    Sumber : http://citraputra.wordpress.com/2008/11/26/dome-of-the-rock-batu-mengambang/

  • 1 Comment
  • Filed under: Kuliah
  • MISTERI BATU MELAYANG

    Misteri Batu Melayang

    Batu Melayang
    Batu Melayang

    BATU MELAYANG

    OLEH : ARMANSYAH

    Sejumlah pemberitaan mengenai peristiwa Israk dan Mikraj Nabi Muhammad juga dibumbui oleh sebuah cerita tentang adanya batu melayang yang konon pernah memohon kepada Nabi untuk ikut dibawa serta naik kelangit. Berkaitan dengan hal ini, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, dalam buku beliau yang berjudul “Silsilah Hadits Dha’if dan Maudhu” mengatakan hadis tersebut adalah palsu. Al-Bani juga menyebutkan bahwa dia sendiri sudah melihat langsung batu tersebut dan faktanya bahwa batu itu tidak ada keutamaannya secara syar’i, kebalikan apa yang diyakini oleh kebanyakan orang.

    Pada tahun 2005 yang lalu, dunia Islam di Internet sempat dihebohkan juga dengan beredarnya gambar batu terbang tersebut. Dengan sejumlah penelitian dari sisi grafika maka gambar itu akhirnya diketahui merupakan sebuah rekayasa dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

    Lihat gambar dibawah, betapa mudahnya melakukan rekayasa seperti itu. Sekarang batu itu sudah tidak melayang-layang lagi khan ….

    Batunya dah nempel
    Oh : Batunya dah nempel

    Photo yang disebar dan dikirim keberbagai milis termasuk kebox mail saya mengatakan bahwa photo batu melayang itu berlatar belakang mobil dan ditempat terbuka. Sementara batu yang DIANGGAP dan disebut-sebut sebagai mukjizat Israk dan Mikraj ini sendiri memang bisa dijumpai dibawah Qubbah Sakhra di Masjid Umar atau Dome of Rock (bukan di Masjid Al-Aqsha seperti yang sering ditulis orang). Masjid Umar memang terletak tidak berjauhan dengan masjid Al-Aqsha. Adapun batu tersebut tidaklah juga melayang sebagaimana isu ini, batu itu seperti batu lain kebanyakan. Dia menyatu dengan tanah, untuk sampai kebatu itu disediakan tangga untuk naik keatas, posisinya bila dilihat dari bawah tangga kelihatan sekitar 2 meter dari atas tanah. Yah, Batunya tidak terbang, bukan seperti didalam photo yang terletak udara terbuka.

    Dalam beberapa klaim dan photo juga memperlihatkan bahwa posisi batu itu masih melayang, sedangkan kenyataannya itu adalah kononnya saja, yang jelas fakta sekarang ini batu itu sudah menyatu dengan tanah.

    Dengan demikian kata konon masih belum bisa dijadikan parameter untuk menentukan validitas terhadap sesuatu.

    Klaim bahwa pernyataan pihak Yahudi menutup-nutupi keberadaan batu tersebut sama sekali tidak benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena dari sisi ilmiah, belum ada laporan mengenai penyelidikan ilmiah terhadap batu tersebut, setidaknya jika ini memang benar tentunya akan mengundang banyak peneliti untuk mengadakan penyelidikan dan mengeluarkan bermacam teori seperti halnya Black Hole, Segitiga Bermuda, Segitiga Formosa dan seterusnya, paling tidak dari satu sisi menyangkut peninggalan Nabi Yehezkiel dengan cerita penerbangannya didalam alkitab sudah diselidiki oleh para ahli, kenapa kasus ini seolah tidak terperhatikan ?

    Sebagai bahan bacaan penambah khasanah saja, berikut akan saya cuplikkan beritanya :

    Diterangkan dalam kitab Injil bahwa nabi Yehezkiel dibawa oleh pesawat ruang angkasa kesuatu tempat, dengan keterangan: “Dalam tahun keduapuluh lima sesudah pembuangan kami, yaitu pada permulaan tahun, pada tanggal sepuluh bulan itu, dalam tahun keempat belas sesudah kota itu ditaklukkan, pada hari itu juga kekuasaan Tuhan meliputi aku (Yehezkiel) dan dibawaNya aku dalam penglihatan-penglihatan Illahi ke tanah Israel dan menempatkan aku di atas sebuah gunung yang tinggi sekali. Di atas itu dihadapanku ada yang menyerupai bentuk kota. Kesanalah aku dibawanya. Dan lihat, ada orang yang kelihatan seperti tembaga dan ditangannya ada tali lenan beserta tongkat pengukur; dan ia berdiri di pintu gerbang. Orang itu berbicara kepadaku:”Hai anak manusia, lihatlah dengan teliti dan dengarlah dengan sungguh-sungguh dan perhatikanlah baik-baik segala sesuatu yang akan kuperlihatkan kepadamu, karena untuk itulah kau dibawa kemari supaya aku memperlihatkan semua itu kepadamu..”(Yehezkiel 40:1-4)”

    Dalam bukunya yang terkenal, yang dalam edisi bahasa Indonesianya berjudul: Asal Usul Kecerdasan Manusia, Erich von Däniken memberi komentar lebih lanjut:”Kemana Yehezkiel di bawa?” Blumrich juga telah bertanya:”Dimanakah Yehezkiel?”

    Yehezkiel memberikan ukuran yang tepat tentang empat pintu gerbang utama pada sebuah gereja, memberikan arah kompas mengenai letak gerbang-gerbang itu dan akhirnya menyebuktan adanya sebuah sungai kecil yang ada di sisi gereja dan menjadi sungai besar di sebuah lembah luas. Juga ditekankan bahwa Yehezkiel dibawa ke sebuah gunung yang sangat tinggi.

    Dengan bukti sedikit ini, Erich von Däniken berusaha keras menemukan dimana lokasi dan peninggalan gereja itu. Yang pasti Yehezkiel tidak mengetahui nama gunung itu. Tak mungkin ia dibawa ke Yerusalem atau Babilonia karena ia pernah tinggal lama di daerah-daerah itu.

    Mungkinkah Yehezkiel dibawa ke kuil Inca di Amerika Selatan? Jawaban ini dibantah karena kuil Inca tidak mempunyai empat pintu utama, tiang-tiang maupun halaman depan. Ataukah ia dibawa ke piramid, ke sebuah kuil di Amerika Tengah? Namun di sana tidak terdapat gunung yang amat tinggi.

    Akhirnya seorang pembaca dari buku-buku Erich von Däniken menulis surat kepadanya. Seorang pembaca Jerman yang bernama Marier itu memberitahu penulisan tentang kuil-kuil di Srinagar di Tanah Kashmir. Anehnya salah satu kuil iu dinamakan Kuil Yahudi dan kuil ini mempunyai empat pintu dan sebuah halaman depan dan segala sesuatu yang seharusnya dipunyai oleh Kuil Yahudi.

    Pembaca yang baik hati itu juga menyelipkan denah kuil itu di dekat Martand, tiga puluh kilometer dari Srinagar. Suatu hal yang sangat cocok bahwa didekat kuil itu ada sebuah sungai kecil yang akhirnya menjadi aungai di tanah Kashmir. Pegunungan yang amat tinggi, yakni Himalaya menghiasi latar belakangnya.

    Memang kuil Yahudi di Srinagar itu disebut juga “Kuil Matahari” (Sun temple) dan merupakan reruntuhan kuil paling besar di Kashmir. Ketika Erich von Däniken mengadakan suatu ekspedisi pada tahun 1976 kesana, mereka melihat halaman depan dengan pintu utama, tujuan tangga dan ruang suci di dalamnya. Dan memanglah terdapat sebuah sungai kecil di dekat reruntuhan yang memantulkan pegunungan Himalaya. Suatu perkiraan bahwa Yehezkiel pasti diangkut dengan pesawat ruang angkasa dan mendarat di halaman depan itu: “Lalu dibawanya aku ke pintu gerbang yang menghadap ke sebelah Timur. Aungguh, kemuliaan Allah Israel datang dari sebelah timur dan terdengarlah suara seperti air terjun yang menderu dan bumi bersinar karena kemuliaanNya. Yang kelihatan kepadaku itu adalah seperti yang kelihatan kepadaku ketika Ia datang untuk memusnahkan kota itu dan seperti yang kelihatan kepadaku di tepi sungai Kebar, maka aku sembah sujud. Sedang kemuliaan Tuhan masuk di dalam bait Suci melalui pintu gerbang yang menghadap kesebelah Timur.”(Yehezkiel 43:1-4).

    Dalam teks di atas secara jelas telah disebutkan bahwa pesawat ruang angkasa itu memasuki kuil. Apakah mungkin ada jejak yang dapat dilacak di daerah itu? Selama dua hari penuh mereka berjalan mengelilingi daerah itu dengan alat pengukur radiasi (Geiger counter). Namun tak terjadi apa-apa, hingga pada sebuah jalur yang muncul pada pintu utama, jarum jarum bergetar dengan hebat disertai suara gemertak keras mengganggu telinga melalui earphone selama beberapa detik.

    Jalur yang mengandung radiasi itu membuat medan radiasi radioaktif selebar 1,50 meter. Berapakah panjangnya? Perlahan lahan Erich berjalan dari ujung sebelah kanan menuju kekiri. Detakan di telinga terus terdengar tapi tidak merata. Mereka menggunakan monitor elektronik portable, type TMB2. 1, dibuat oleh perusahaan Munich Munchner Apparatebau. Alat ini biasa dipakai untuk mengukur serta mengontrol radiasi alpha, beta gamma dan neutron.

    Pada tempat-tempat tertentu jarum menunjuk pada akhir skala, sehingga timbul pertanyaan: Apakah kita berjalan diatas sebuah jaringan uranium jauh dibawah tanah? ataukah ada tambang radioktif di dalam tanah?

    Di tempat suci (Bait Suci) dari kuil yang telah runtuh itu terdapat batu persegi yang padat dan tampak seperti sebongkah beton buatan dengan sisi sepanjang 2.80 meter. Tinggi tak dapat diukur karena dasarnya tenggelam ke dalam tanah. Alat detektor mereka menunjukkan bahwa mungkin lempengan batu itu mempunyai inti bahan bahan metal.

    Keesokan harinya teman teman dari Erich von Daniken yang merupakan ahli arkeologi bernama Profesor Hassnain dan Kohl membawa mereka ke reruntuhan Pashaspur, yang juga cukup dekat dengan Shrinagar. Mereka menunjukkan tiga kuil yang berbeda tetapi masing-masing memiliki batu batu persegi yang amat padat, seperti yang dijumpai sebelumnya. Sekali lagi teks dalam Yehezkiel membuat kita semua keheranan:

    “Hai anak manusia, inilah tempat tahtaKu dan inilah tempat tapak kakiKu, di sinilah Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel selama-lamanya.”(Yehezkiel 43:7).

    Apakah Tuhan meninggalkan jejak di lantai Bait Suci yang memberi suatu tanda bahwa adanya sebuah deposit atau pesan yang amat penting sekali? Ataukah pengunjung dari luar bumi itu meninggalkan “sesuatu” yang diperuntukkan bagi kita dalam blok batu misterius itu yang masih menunjukkan kehadiran mereka walaupun telah berabad-abad lamanya.

    “Saya ingin membujuk kaum ilmuwan India agar mau memecah batu itu untuk menyelidiki badian dalamnya, hingga tahu apa sebabnya terdapat radiasi” demikian kata Erich von Däniken mengakhiri analisanya terhadap kitab Yehezkiel yang berhasil dengan gemilang. Sedang apa yang terjadi sesungguhnya pada tahun 600 sebelum masehi itu kita hanya dapat mengira-ngira bahwa Tuhan telah menunjukkan istanaNya di bumi pada manusia yang bernama Yehezkiel. Benarkah “kuil Yahudi” atau “Kuil Matahari” itu istana Tuhan di Bumi?

    Demikian sedikit yang bisa saya sharing mengenai hal ini, bahwa seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, umat Nabi Musa pernah menyaksikan hal yang lebih fantastis dari sekedar batu melayang, mereka menyaksikan bagamana sebuah tongkat menjelma menjadi ular dan bagaimana laut bisa membelah sehingga kaum Israel bisa menyebrang dari Mesir … tetapi fakta ini sama sekali tidak memberikan efek berarti bagi kehidupan rohani mereka. Itulah kira-kira kenapa Nabi Muhammad diberikan sesuatu yang bisa melekat dan bisa dipelajari menemus batasan waktu dan jaman.

    Palembang,

    Armansyah 2008
    Sumber :
    http://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/07/15/misteri-batu-melayang/

  • 0 Comments
  • Filed under: Kuliah
  • Membuat domain project

    Untuk membuat web project saya menggunakan open source namanya http://gforgegroup.com

  • 0 Comments
  • Filed under: Aktivitas
  • Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1430 H, semoga hari “esok lebih baik dari hari ini & hari ini lebih baik dari hari ” kemarin & semoga Allah SWT sll melindunginya.

  • 0 Comments
  • Filed under: Aktivitas
  • Cek Tagihan Listrik Online

    “Berapa tagihan listrik anda bulan ini?” Jika pertanyaan itu dilontarkan ke anda mungkin anda akan menjawab “belum tau, kan nanti saat bayar di kantor atau diloket pembayaran listrik terdekat baru ketahuan”. Cara itu sudah biasa karena dari dulu emang seperti itu. Yang luar biasa adalah sekarang anda yang ingin mengetahui besar tagihan listrik anda bulan ini, bulan lalu atau bahkan tahun lalu pada bulan tertentu bisa secara online via internet, jadi anda tidak perlu capek-capek datang ke kantor cabang PLN terdekat untuk mengetahui besar tagihan listrik anda bulan ini.

    “Bagaimana caranya?” caranya cukup mudah, anda cukup mengunjungi alamat ini via internet http://202.162.217.251/info_billing/index.php atau bisa juga melalui blog ini pada kolom Informasi Tagihan Listrik disebelah kiri. Masukkan 12 digit nomor rekening/ID pelanggan listrik anda pada field yang tersedia kemudian klik tombol Submit dan dalam hitungan detik besar tagihan listrik anda bulan ini sudah bisa anda ketahui.

    “Bagaimana cara membayarnya?” cara membayar yang biasanya adalah anda datang ke kantor cabang PLN terdekat atau pada loket-loket pembayaran listrik terdekat. Yang luar biasa adalah anda dapat membayarnya melalui ATM terdekat, melalui Handphone yang sudah teregistrasi pada SMS Banking atau melalui Internet Banking. Bank yang dapat digunakan untuk membayar tagihan listrik via ATM, Handphone dan Internet Banking untuk wilayah jogja adalah BNI dan BCA. Untuk bank dan wilayah yang lain silahkan tanyakan pada Customer Servis PLN terdekat. Biaya yang dikenakan untuk servis tersebut cukup murah hanya sebesar Rp. 2000 (untuk BNI dan BCA). “Murah kan? ketimbang datang ke loket trus ngantri??”

    Berdayakan fasilitas disekitar untuk memudahkan hidup anda. Ngapain punya handphone canggih tapi cuma bisa SMS doank?. Ngapain punya kartu ATM kalau fasilitas yang disediakan tidak dimanfaatkan?.

    Semoga bermanfaat. Terimakasih.

    Sumber : http://www.ferrypey.com/

  • 2 Comments
  • Filed under: Curhat
  • Info Seminar ICT


    Kegiatan

    July 2009
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  

    WildfirePost

    Jadwal Sholat

    View Nurul Hidayat's profile on LinkedIn
    Add to Technorati Favorites

    Iklan Layanan Masyarakat


    Free Web Hosting
    Join 4Shared Now!
    Buy Now
    Komentar





    [Valid RSS]