Wakil Presiden Boediono. Foto: Reuters

TANGERANG  - Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono bernostalgia mengenang masa-masa di mana dirinya menjadi pengajar di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). “Saya mengucapkan rasa bangga atas undangan ini. Saya merasa kembali ke habitat dulu, ketika saya mengajar. Saya kangen hal itu, terima kasih atas undangan ini,” ungkap pria yang akrab disapa pak Boed ini saat memberi pengarahan di hadapan civitas akademika di universitas tersebut, dalam acara The 2nd Indonesia Conference on Innovation, Entrepreneurship, and Small Business (IICIES 2010) dengan tema “Developing Technopreneuship and Entrepreneurial Small Businesses, di Universitas Multimedia Nusantara, Serpong, Tangerang, Kamis (15/7/2010).Boediono merasa kangen akan aktivitasnya saat akademikanya yang sempat vakum beberapa waktu setelah dirinya ditunjuk sebagai pejabat negara di era kabinet Indonesia Bersatu.

Beliau mengenang saat dirinya berhadapan dengan para mahasiswa dan mahasiswi di kampusnya terdahulu dan berpesan agar mampu bertahan dalam persaingan dengan dunia luar yang semakin terbuka lebar. Dirinya juga menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para pengajar yang masih tetap mempunyai semangat mendidik putra-putri bangsa, di zaman ini.

“Tadi saya semobil dengan bapak Menristek dalam perjalanan ke Jakarta menuju Serpong ini, dan kami berbincang juga bahwa penelitian yang ada sekarang beda dengan prakteknya. Jadi tidak nyambung,” paparnya.

Hal ini, dikarenakan dasar pondasi sistem pengajaran yang tidak kuat, sehingga hasil penelitian yang dimunculkan oleh peniliti Indonesia terbatas.

Dirinya berpesan, tidak hanya para peserta didik yang hadir, tetapi kepada civitas akademikia di Indonesia agar terus berkarya, sebab titik tolak kemajuan suatu negara berasal dari pendidikannya. Pak Boed juga mengungkapkan rasa senangnya ketika pendiri dan juga pemilik salah satu grup media nasional, Jacob Oetama mengundangnya dalam satu acara bertajuk kewirausahaan di Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang.

Sekadar informasi, turut hadir beberapa tamu kehormatan yang diundang di antaranya, Head of Presidential Work Unit for Development Monitoring Control (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, Founder of Medco Group Arifin Panigoro, dan perancang busana Anne Avantie.

Acara IICIES 2010 dilaksanakan dari 13 Juli lalu dan ditutup 15 Juli 2010 ini. Dalam konferensi ini juga akan dipresentasikan sekira 200 artikel ilmiah oleh para peneliti yang berasal dari berbagai institusi pendidikan, pusat penelitian, industri, dan praktisi lainnya, baik dalam maupun luar negeri. Kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) seluas 8,5 hektare di Scientia Garden, Gading Serpong.
(wdi) Sumber : http://economy.okezone.com/read/2010/07/15/209/353200/boediono-nostalgia-semasa-jadi-dosen

Boediono Kangen Memberi Kuliah

Jakarta - Belum genap 3 bulan sejak memberikan kuliah umum di almamaternya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada awal Mei lalu, Wakil Presiden Boediono mengaku sudah kangen mengajar. Gara-gara itu pula, ia jadi sedikit memberi kuliah saat menyampaikan sambutan resmi.

“Demikianlah saya kira sambutan saya, sedikit memberi kuliah. Mohon maaf ini, saya kangen memberi kuliah,” kata Boediono yang disambut tawa renyah hadirin di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (15/7/2010).

Boediono hadir di UMN untuk membuka The 2nd Indonesia International Conference on Innovation, Enterpreneurship, and Small Business (IICIES). Hadir dalam acara tersebut Menristek Suharna Suryapranata dan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka.

Boediono memang sangat senang bila diundang ke kampus-kampus. Guru Besar
Fakultas Ekonomi UGM ini selalu merasa kembali ke ‘habitatnya’ sebagai dosen
pada saat berkunjung universitas di mana pun. Hal itu juga ia singgung saat
memulai sambutan di UMN.

“Konferensi sangat strategis. Setiap kali diundang ke kampus, saya merasa
kembali ke habitat. Jadi kalau lama meninggalkan kampus, saya rindu,” ungkap
pria kelahiran Blitar, 25 Februari 1943 ini.

Di UMN, Boediono berbicara banyak mengenai enterpreneurship. Ia menekankan
pentingnya mendidik dan membina calon-calon wirausaha yang nanti akan menjadi tulang punggung bangsa dalam bersaing di arena global.

“Kita tidak bisa jago kandang lagi, kandanganya sudah terbuka lebar. Dan kita tidak bisa tidak harus siapkan diri menjadi jago global,” kata dia.

Seorang wirausahawan, lanjutnya, mempunyai dua ciri utama, yakni berani
mengambil risiko dan mempunyau fokus serta tujuan yang jelas. Orang yang berani mencoba hal-hal baru akan timbul dalam dirinya ivonasi serta produktivitas.

“Produktivitas adalah sumber kemajuan di bidang ekonomi yang tidak pernah
habis,” kata Boediono.

(irw/nwk)
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/07/15/163315/1400086/608/boediono-kangen-memberi-kuliah