internet marketing, e-learning, web design, blogging, cms
30 Oct
IGOS atau Indonesia, Go Open Source! Merupakan semangat untuk merdeka sesuai dengan motto nya kreatifitas tanpa batas artinya ingin meningkatkan kreatifitas dan inovasi baru di bidang perangkat lunak tanpa dibatasi dengan sumber kode yang tertutup. Sumber kode yang tertutup menyebabkan sulit untuk dikembangkan sehingga kurang meningkatkan kreatifitas hal ini terjadi pada produk software dari beberapa vendor yang mengembangkan proprietary software atau perangkat lunak yang berbayar.
Software dengan sumber kode terbuka ini dikenal juga dengan nama open source software atau OSS, pada level sistem operasi dikenal nama-nama seperti Linux dan Solaris. Berbagai produk linux antara lain redhad, debian, fedora, sushe, sedangkan solaris merupakan software yang dihasilkan oleh SUN microsystems. Produk open office yang kita kenal sebagai software untuk perkantoran adalah merupakan produk SUN Microsystems yang di berikan ke publik sehingga dapat digunakan dengan bebas tanpa berbayar, sedangkan produk software office yang berbayarnya adalah star office. Star office ini digunakan pada IGOS SDN (Sistem Desktop Nasional) yang merupakan produk desktop yang dikembangkan oleh SUN Miicrosystems, RISTEK dan Konsorsium IGOS terdiri dari Puslit Informatika LIPI, Ipteknet (BPPT) dan PT INTI. Anggota konsorsium mempunyai peran masingmasing, Pusat Penlitian Informatika LIPI mengembangkan produk OSS tidak saja untuk office tapi juga untuk kebutuhan lain seperti untuk digital library, kepegawaian, keguangan dan data laboratorium. Ipteknet (BPPT) atau Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Network menyediakan help desk terutama untuk menjawab pertanyaan melalui jaringan komputer baik melalui intranet ataupun internet. PT INTI berperan sebagai pemasar produk SDN.
Sebagai produk baru dari RISTEK, LIPI BPPT, dan Komunitas OSS tahun 2006 dihasilkan IGOS Nusantara atau dikenal dengan IGN yang menggunakan open office untuk kebutuhan perkantorannya, sehingga IGN secara penuh menggunakan OSS dan disebarkan secara bebas untuk menjadi milik masyarakat Indonesia. Antisipasi dalam menghadapi kesulitan para pengguna dalam melakukan instalasi dan pemakaian SDN maka disediakan fasilitas training dan informasi lewat internet melalui situsweb igos.
Dalam perjalanan implementasi baik IGOS SDN maupun IGN masih ditemukan kekurangan yang perlu mendapat perhatian, beberapa periferal antara lain printer, scanner, dan flask disk belum menyediakan driver untuk jalan di OSS, kekurangan ini menjadi tantangan para pengembang dan vendor untuk menyediakannya langkah kearan ini sudah dilakukan kerjasama dengan beberapa vendor perangkat keras. Sebagian dapat diatasi dengan cara membuat test bed untuk menguji kompatibilitas peripheral hardware dengan OSS, kemudian di buat daftarnya, hardware mana yang kompatibel dengan OSS, ini dapat dipakai sebagai acuan bagi yang akan mengggunakan OSS dan tidak mau ada kesulitan dengan hardware atau periferalnya. Informasi semacam ini di kelola oleh suatu pusat kegiatan dan layanan kepada masyarakat yang mau dan mampu untuk menjawab semua tantangan yang dihadapi seperti instalasi sosftware, supporting, pelatihan dan layanan konsultasi.
Pusat ini harus mampu mempermudah penggunaan software legal dikalangan masyarakat mengingat bertebarannya berbagai produk OSS yang dapat digunakan oleh masyarakat dengan mudah dan murah, sehingga masyarakat dapat memilih software yang banyak supportingnya dan tidak mengalami kesulitan dikemudian hari, selain itu dapat juga membantu masyarakat dalam memperoleh informasi program OSS, adanya supporting group yang dapat dimanafaatkan oleh masyarakat pengguna OSS tidak saja pada software untuk perkantoran bahkan FOSS GIS (Geographic Information System) yang dilakukan pelatihan TOT nya tanggal 22 sampai 26 Oktober 2007 di PDII LIPI dihadiri oleh 30 peserta.
Pada akhirnya diperlukan suatu pusat supporting OSS yang memiliki fungsi pelayanan untuk kebutuhan internal dan eksternal masyarakat dengan menyediakan sarana display dan distributor produk OSS, perangkat keras berbasis OSS, buku dan dokumen OSS, produk lain untuk promosi OSS, disamping itu menyediakan pelatihan OSS, instalasi, supporting, layanan konsultasi dan informasi, sarana help desk dan supporting dalam pemanfaatan OSS, pelayanan ini tidak saja dilakukan secara langsung bahwan dapat juga dilakukan melalui fasilitas internet.
Untuk menjawab tantangan pelayanan pada publik yang memadai sehingga mudah mendapat informasi tentang OSS baik untuk pelatihan, layanan konsultasi, dll. pada tahun 2007 RISTEK telah bekerja sama dengan berbaga institutsi dan komunitas OSS untuk membangun IGOS Center di berbagai kota, yaitu di Jakarta (BPPT PTIK/Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi) Gedung BPPT Lt 16 Jalan MH Thamrin 8 Jakarta Pusat, dapat diakses ke situs web kttp://oss.inn.bppt.go.id; di Bandung (BeMall) Jalan Verteran Bandung; di Bogor (Warintek Bina Putra Mandiri) Jl Sayuti 28 Parungpanjang Bogor; di Garut (Pusantren Persis 99 Rancabango) Tarogong Garut; di Semarang (Pinux) Jl Gatot Subroto 151 Semarang; di Bali (STMIK Bandung Bali) Jl Tukad Unda 8 Renon Denpasar dan di STIKOM Surabaya. Diharapkan Pusat open source software tersebut dapat melayani kebutuhan masyarakat akan perangkat lunak yang legal, sehingga pelanggaran undang-undang HaKI yang sekarang marak dilakukan dapat dikurangi tanpa harus merugikan masyarakat.
Pada tahun 2007 juga dilakukan kerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta untuk membangun Pusat Pendayagunaan Open Source Software (POSS) antara lain di Insitutut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Universitas Syiah Kuala, Universitas Al-Azhar, President University, Politeknik DEL, Politeknik ASTRA dan Politeknik BATAM.
Sumber : http://www.ekoswara.com
29 Oct
Pagi ini saya mencoba membanhgun ulang blog di http://nurulwati.blog.friendster.com
27 Oct
Pelaksanaan:
Pendaftaran
Pembentukan Tim
Sebuah Tim disyaratkan terdiri dari seorang Coach (pembimbing) dan 3–
6 siswa. Ada 3 kelompok umur, yaitu:
1. Usia 19 tahun ke bawah; (level I)
2. Usia 15 tahun ke bawah; (level II)
3. Usia 12 tahun ke bawah. (level III)
Nilai ekstra akan diberikan kepada tim dengan anggota dari berbagai
negara, budaya dan latar belakang.
Membuat Website
Pilih satu kategori dan buat sebuah website, yang kemudian Anda di-
transfer (upload) ke dalam server kami.
Kriteria evaluasi menerangkan bagaimana website anda dinilai.
Pastikan Anda mempelajari dan mengerti peraturan sebelum mulai
bekerja dan mengirim hasil kerja Anda sebelum 2 April 2009.
Hadiah Bagi Pemenang
Hadiah bagi para pemenang Kompetisi ThinkQuest bisa berupa paket
perjalanan ke ThinkQuest Live di San Francisco, komputer laptop,
kamera digital dan bantuan keuangan untuk sekolah.
Setiap tim yang mengikuti kompetisi akan mendapat kesempatan hasil
karya website-nya diterbitkan/dimasukan ThinkQuest Library. Para
pemenang diumumkan 1 Juni 2009.
Hadiah
Hadiah diberikan kepada para anggota dan pembimbing tim pemenang bagi
setiap tiga kategori kelompok umur. Silahkan kunjungi Aturan untuk
mendapatkan informasi tentang hadiah kompetisi saat ini.
Pemenang Pertama;(level I,II, III)
• Komputer Laptop
• Perjalanan ke ThinkQuest Live
• Beasiswa sekolah
Pemenang Kedua (level I,II, III)
• Komputer Laptop
• Perjalanan ke ThinkQuest Live
Pemenang ketiga (level I,II, III)
• Komputer laptop
• Perjalanan ke ThinkQuest Live
Pemenang harapan : Komputer Laptop (level I,II, III))
Global Perspective Award: (level I,II, III)
• Kamera digital
• Perjalanan ke ThinkQuest Live
ThinkQuest Live 2008
Pada September 2008, para tim pemenang kompetisi ThinkQuest
International 2008 berkumpul di San Francisco untuk ThinkQuest Live.
Ini adalah perjalanan yang disponsori dan sebuah kegiatan untuk
memberikan penghargaan kepada para pemenang pertama, kedua, ketiga
dan tim pemenang Global Perspectives. Anggota Tim akan mengikuti
workshop pendidikan dan perjalanan wisata yang menarik dengan teman-
teman dan para pembimbing mereka, beberapa dari mereka akan bertemu
secara langsung untuk pertama kali.
Selamat mengikuti. Visit http://www.thinkquest.org
17 Oct
Simulasi pembuatan domain di http://www.000webhost.com hasilnya http://ilmupeternakan.net63.net/, dengan admin biasane dengan email admin@solusindotel.com, untuk masuk ke cpanel http://members.000webhost.com/panel dengan login a9342116 pwd biasane
domain ini bisa mempunyai earning money masuk ke http://members.000webhost.com/login.php login dan admin@solusindotel.com dan nurulevi@yahoo.com
17 Oct
Ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan traffic blog kita, cukup memanfaatkan kode html dengan textarea dan link
17 Oct
https://www.reviewme.com/my_account.php dengan menggunakan nurulevi@yahoo.com
17 Oct
ini link lengkap bulan oktober 2008 dari http://kuliahbidan.wordpress.com/e-books/
17 Oct
Aktivitas googling mungkin membantu mengekalkan ketajaman fikiran para penggunanya, kata peneliti UCLA, Amerika Serikat (AS) kemarin
Peneliti di Universiti California Los Angeles mengkaji mereka yang melakukan penyelidikan web sambil aktivitas otak mereka direkam dengan MRI (Magnetic Resonance Imaging) .
Penelitian menunjukkan, berselancar di dunia maya dapat menstabilkan kinerja sistem saraf di otak. 50 persen dari jumlah itu merupakan orang yang memiliki pengalaman bermain internet.
MRI (Magnetic Resonance Imaging) merupakan suatu teknik yang digunakan untuk menghasilkan gambar organ dalam pada organisme hidup dan juga untuk menemukan jumlah kandungan air dalam struktur geologi.
Peneliti melakukan pemeriksaan elektronis otak MRI pada 24 sukarelawan antara umur 57 sampai 76. Diantaranya mempunyai pengalaman internet.
“Mereka yang berpengalaman dalam internet menggunakan lebih banyak aktivitas otak ketika melakukan penelitian,” kata Dr Gary Small, pakar penuaan di UCLA. “Apa yang kami lihat adalah otak orang yang sering berselancar di dunia maya bekerja lebih, dan itu memungkinkan otak untuk tetap aktif dan sehat,” tambah Gary.
Menurut Small, studi-studi yang dilakukan sebelumnya memang telah membuktikan setiap permainan yang membutuhkan tantangan seperti Puzzle dapat membantu kinerja fungsi otak, tapi belum ada penelitian yang membuktikan jika internet mampu melakukan hal yang serupa.
“Penelitian ini adalah penelitian pertama yang mensimulasikan kinerja otak saat bermain internet,” kata Small. [newshealth/cha/www.hidayatullah.com]
Recent Comments