internet marketing, e-learning, web design, blogging, cms
6 Dec
Pendiri Google Nomer 5 Terkaya di Amerika
Sergey BrinLarry Page
Majalah Forbes pada tanggal 20 September 2007 kemarin mengeluarkan daftar “400 Orang terkaya di Amerika”, dengan 5 orang terkaya diantaranya :
1. William Henry Gates III atau lebih dikenal Bill Gates yang merupakan pendiri Microsoft.com dengan total kekayaan US$ 59.0 milyar (naik US$ 3.0 milyar dari yang diberitakan forbes pada bulan agustus 2007 kemarin)
2. Warren Buffett, seorang pengusaha dan pendiri perusahaan investasi Berkshire Hathaway.Inc dengan total kekayaan US$ 52.0 milyar.
3. Sheldon Adelson, seorang pengusaha kasino dan hotel dengan total kekayaan US$ 28.0 milyar.
4. Larry Ellison, co-founder Oracle Corp. dengan total kekayaan US$ 26.0 milyar.
5. Sergey Brin bersama rekannya Larry Page, pendiri google.com dengan total kekayaan masing-masing sebesar US$ 18.5 milyar.
Sumber : http://www.udhien.net/
22 Nov
Jakarta - Ajang kopi darat blogger-blogger tanah air bertajuk Pesta Blogger kembali digelar untuk yang kedua kalinya. Tahun ini, peserta dikatakan lebih membludak dibandingkan tahun lalu.
Menurut Chairman Pesta Blogger 2008 Wicaksono, peserta Pesta Blogger pada tahun ini naik dua kali lipat ketimbang tahun lalu, dengan pendaftar mencapai 1200 peserta. Meskipun pada hari H, pendaftar yang hadir masih berada di kisaran 700 orang
“Tahun lalu kami menggelar Pesta Blogger, temu nasional blogger pertama bagi para blogger dari berbagai wilayah di Indonesia dan berhasil menghadirkan lebih dari 500 peserta. Tahun ini, kami telah mengantisipasi lonjakan peserta hingga dua kali lipat,” ujar pria yang di ranah dunia maya disapa Ndoro Kakung ini.
Tahun ini, lanjut Wicak, Pesta Blogger mempunyai tiga program baru. Yaitu, mengadakan kontes foto, pemberian Bloggership untuk blog yang inspiratif dan penghargaan Blogging for Society.
Tak hanya itu, panitia juga mendatangkan lima blogger internasional untuk ikut serta merasakan blogsphere Indonesia dan tempat-tempat menarik di tanah air. Harapannya, mereka dapat ‘menjual’ Indonesia lewat tulisan-tulisannya.
Para blogger asing itu adalah Mark Tafoya dari Amerika Serikat, Anthony Bianco dari Australia, Jeff Ooi dari Malaysia, Mike Aquino dari Filipina serta Mr. Brown dari Singapura.
Untuk peserta lokal antara lain berasal dari komunitas blogger Jakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, Semarang, Jogja, Palembang hingga Makasar. Sementara dari lembaga pemerintah, hadir Menristek Kusmayanto Kadiman, Dirjen Aptel Depkominfo Cahyana Ahmadjajadi serta perwakilan dari Depbudpar.
Sumber : Ardhi Suryadhi - detikinet
( ash / fyk )
6 Nov
Kamis, 06/11/2008 19:22 WIB
Kolom Telematika
Internet, Tim Sukses Obama ke Gedung Putih
Penulis: Ni Ketut Susrini - detikinet

Jakarta - Layak diakui, dukungan teknologi, khususnya internet adalah salah satu sarana penting dalam mewujudkan kemenangan Barack Obama. Terpilihnya Obama sebagai presiden Amerika Serikat ke-44 tak bisa dipisahkan dari kepiawaian tim kampanyenya melihat peluang di internet.
Selain memanfaatkan internet sebagai media kampanye, tim sukses Obama juga memanfaatkannya untuk penggalangan dana. Ini dilakukan efektif sejak ia masih berjuang di tataran partai, saat masih bersaing dengan Hillary Clinton.
Obama sebenarnya tak sendiri dalam memanfaatkan internet untuk menggalang dukungan. Rivalnya dari partai Republik John McCain juga melakukan hal serupa. Republik bahkan sudah lebih dulu melakukannya, dan tercatat sukses memenangkan kembali George W. Bush pada pilpres 2004. Calon presiden (capres) dari partai Demokrat yang bertanding pada pemilihan presiden (pilpres) sebelumnya, John Kerry juga mengandalkan penggalangan dana secara online pada pilpres 2004.
Meski bukan satu-satunya, Obama mencetak kesuksesan yang lebih dibanding rivalnya dan capres-capres terdahulu dalam pemanfaatan internet. Kuncinya, Obama memadukan kekuatan teknologi dengan pendekatan personal yang tepat, serta didukung ketersediaan data yang mumpuni. Hasilnya, kemenangan telak diraih Obama pada pilpres 4 November lalu.
Phil Noble, seorang pakar di AS yang menganalisa hubungan internet dan politik memperkirakan, penggalangan dana online yang dilakukan kubu Obama menghasilkan sedikitnya USD 1 miliar. Jumlah tersebut 12 kali lebih besar dibanding dana yang berhasil dihimpun John Kerry pada pilpres 2004.
Situs web Obama, barackobama.com, sudah dipersiapkan dengan sangat matang sehingga benar-benar siap tampil sejak hari pertama kampanye. Situs tersebut dilengkapi dengan tools yang memungkinkan para pendukungnya berinteraksi dan mendonasikan uang.
Selain situs, dukungan bagi Obama juga dihimpun dari situs jejaring sosial myBarackObama.com. Di sini, tim sukses berhasil merangkul pendukung Obama untuk menjadi relawan. Cara ini berhasil mengumpulkan jumlah relawan yang lebih banyak dibanding pesaingnya, Hillary Clinton dan John McCain.
Teknologi-Personalisasi-Data
Tak berhenti sampai pengumpulan relawan, tim sukses Obama juga melakukan strategi online yang jitu, yaitu dengan memanfaatkan partisipasi dan umpan balik para relawan. Obama dan tim belajar dari kegagalan kampanye Howard Dean pada kampanye primari tahun 2004, dan memadukannya dengan kesuksesan Bush pada pilpres di tahun yang sama.
Dean adalah capres pertama dari partai Demokrat yang menggunakan internet, dengan menggunakan Blog for America untuk memobilisasi pendukungnya. Namun sayangnya dia gagal berkomunikasi dengan para pemilih di Iowa, sehingga mengantarkannya pada kekalahan. Sementara di kubu Bush, atas bantuan relawan, saat itu Republik berhasil mendekati pendukung dengan memanfaatkan e-mail dan data yang tergali dari informasi online di internet.
Saat itu Republik mengidentifikasi karakteristik pendukung di setiap distrik, menggunakan teknologi khusus untuk menganalisa hal-hal yang menarik perhatian mereka. Identifikasi dilakukan berdasarkan data komersial yang didapat secara online, misalnya data tentang kepemilikan mobil, majalah yang disukai, film favorit, dan data sejenis itu.
Lalu kepada para relawan, mereka akan mengirimkan data para pemilih potensial yang harus dikunjungi untuk melakukan pendekatan berdasarkan isu yang paling sesuai dengan minat mereka. Data tersebut dikirim lengkap dengan peta kawasan, rute jalan, dan print-out berisi strategi capres yang bersangkutan mengenai isu yang diminati. Inilah bentuk keberhasilan pemanfaatan teknologi yang dipadukan dengan pendekatan personal dan ketersediaan data.
Cara itulah yang ditempuh Obama untuk membidik pemilih potensial, terutama pemilih-pemilih di kawasan mengambang, di mana perubahan pilihan adalah hal krusial yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Di kubu Obama, hal itu dilakukan dengan dukungan 1,5 juta relawan, serta bank data berisi nomor telepon dan kontak personal. Sungguh sebuah sumber daya yang tidak kecil untuk melakukan banyak tugas penting demi mewujudkan kemenangan Obama.
Menurut Marshall Ganz, dosen kebijakan publik di Harvard yang merancang sistem pelatihan untuk kubu Obama, keberhasilan kampanye Obama adalah kemampuan mengimplementasikan kepemimpinan, dan peran nyata teknologi, sehingga dari situ bisa diperoleh perpaduan terbaik dari keduanya.
Komunitas Anak Muda
Kesuksesan merebut simpati anak muda juga menjadi kunci sukses kemenangan Obama. Di internet, jalan menuju ke sana adalah dengan membangun jaringan seluas-luasnya di situs jejaring sosial, seperti Facebook dan MySpace. Dan Obama menang di kedua-duanya.
Bagi para pendukung, bergabung di situs jejaring sosial adalah sebuah ekspresi publik terhadap bentuk dukungan, yang akan menimbulkan dampak politik yang lebih luas. Dan itu tidaklah sama seperti merespon e-mail dukungan.
Tidak hanya itu, Chris Hughes, salah satu pendiri Facebook, keluar dari perusahaannya sejak tahun lalu dan bergabung bersama tim sukses Obama untuk mensukseskan strategi online Obama. Ini adalah bukti dari sekian banyak dukungan anak muda terhadap Obama.
Kekalahan Ironis McCain
Terkait dengan kesuksesan penggunaan internet, kekalahan McCain kali ini bisa dibilang sangat ironis. Pasalnya McCain sebenarnya sudah memanfaatkan internet untuk penggalangan dana pada saat dia bersaing dengan Bush di pilpres 2000. McCain adalah contoh awal penggalangan dana online. Sangat disayangkan kalau akhirnya McCain gagal, mengingat dia sudah lebih berpengalaman dalam hal itu.
Dalam pilpres kali ini, McCain bersama tim suksesnya Republican National Committee (RNC) sebenarnya juga telah mengimplementasikan teknologi untuk memikat pemilih. RNC mengoperasikan sistem basis data bernama Voter Vault yang fungsinya mirip seperti yang dipakai kubu Obama. Voter Vault sudah membuktikan keberhasilannya pada pilpres 2004.
Seperti halnya Obama, McCain juga menyediakan tools jejaring sosial kepada para pendukungnya — McCainSpace dan McCain Nation. Akan tetapi, para relawan di Florida pada umumnya mengaku tidak memanfaatkan situs tersebut. Padahal seperti yang diketahui, Florida adalah salah satu wilayah mengambang dalam pilpres AS, di mana hasil pilihan sering kali tak terduga antara memenangkan Republik atau Demokrat.
Harout Samra, pimpinan dari Florida College Republicans berpendapat, kubu McCain agak terlambat meluncurkan tools jejaring sosial, banyak pendukung yang tidak terbiasa menggunakannya karena terlanjur sudah familiar dengan Facebook. Dia menambahkan, fasilitas di dalamnya juga lebih banyak pengulangan dari yang sudah-sudah tanpa ada nilai tambah.
Menurut Noble, kekalahan McCain kali ini diduga karena partai Republik kalah dalam hal sumber daya dan investasi tools internet, serta kesulitan menggalang dukungan secara offline. Kesulitan finansial diduga menjadi penyebabnya.
Perbedaan besaran dana iklan bisa membuktikan dugaan Noble di atas. Di Florida yang merupakan wilayah kunci kemenangan, Obama mengeluarkan USD 27,5 juta untuk belanja iklan TV di Sunshine States, jauh lebih besar dari McCain yang hanya menggelontorkan dana USD 6,4 juta. ( dwn / dwn )
5 Nov
Transcend mengumumkan akan segera mengedarkan flashdisk ukuran 64GB. Flashdisk ini dinamakan Heavy Hitter, JetFlash V20 USB Flash Drive. Produk ini sebelumnya sudah diedarkan dalam rangka ujicoba di India pada akhir September lalu.
2 bulan lalu Transcend baru saja memperlihatkan sebuah USB flash disk dengan kapasitas raksasa, 64GB, pada seri V20-nya. Kapasitas ini sudah lebih besar jika dibandingkan SSD (solid state disk) yang saat ini digunakan pada netbook seperti Asus Eee PC 900 dan Acer Aspire One.
Mungkin karena kapasitasnya yang kian besar, Transcend V20 sedikit lebih panjang dibandingkan mayoritas USB flash disk. Dimensi V20 disebutkan 8,8×3,3×1,5 cm dengan bobot 24gram. Seperti lazimnya flash disk, V20 bisa berfungsi pada sistem operasi Windows, Mac, dan Linux. Software untuk fungsi kompresi dan/atau proteksi password untuk lebih mendayagunakan flash disk ini, seperti biasa, tersedia di situs resmi Transcend.

Belum diketahui berapa harga USB flash disk berkapasitas 64GB. Namun yang jelas, harganya tidak akan murah.(transcendusa / kompas)
Product Features
* Up to 64GB capacity
* Elegant pearl-white finish
* Pocket-friendly contoured edges
* High-Speed USB2.0 interface for easy plug-and-play operation
* Includes free JetFlash elite software download:
* Website AutoLogin: Automatically login to online accounts
* PC-Lock: Use the JFV20 as a key to lock / unlock computers
* Mobile Favorites: Browse bookmarked websites on any computer
* Secret-Zip: Compress and password-protect files with powerful encryption
* E-Mail: Use any computer to securely check, save and send email
* DataBackup: Backup, restore and synchronize mobile data
* Online Update: Easily upgrade to the latest version of JetFlash elite
* 100% quality tested and verified
* Lifetime Warranty
30 Oct
IGOS atau Indonesia, Go Open Source! Merupakan semangat untuk merdeka sesuai dengan motto nya kreatifitas tanpa batas artinya ingin meningkatkan kreatifitas dan inovasi baru di bidang perangkat lunak tanpa dibatasi dengan sumber kode yang tertutup. Sumber kode yang tertutup menyebabkan sulit untuk dikembangkan sehingga kurang meningkatkan kreatifitas hal ini terjadi pada produk software dari beberapa vendor yang mengembangkan proprietary software atau perangkat lunak yang berbayar.
Software dengan sumber kode terbuka ini dikenal juga dengan nama open source software atau OSS, pada level sistem operasi dikenal nama-nama seperti Linux dan Solaris. Berbagai produk linux antara lain redhad, debian, fedora, sushe, sedangkan solaris merupakan software yang dihasilkan oleh SUN microsystems. Produk open office yang kita kenal sebagai software untuk perkantoran adalah merupakan produk SUN Microsystems yang di berikan ke publik sehingga dapat digunakan dengan bebas tanpa berbayar, sedangkan produk software office yang berbayarnya adalah star office. Star office ini digunakan pada IGOS SDN (Sistem Desktop Nasional) yang merupakan produk desktop yang dikembangkan oleh SUN Miicrosystems, RISTEK dan Konsorsium IGOS terdiri dari Puslit Informatika LIPI, Ipteknet (BPPT) dan PT INTI. Anggota konsorsium mempunyai peran masingmasing, Pusat Penlitian Informatika LIPI mengembangkan produk OSS tidak saja untuk office tapi juga untuk kebutuhan lain seperti untuk digital library, kepegawaian, keguangan dan data laboratorium. Ipteknet (BPPT) atau Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Network menyediakan help desk terutama untuk menjawab pertanyaan melalui jaringan komputer baik melalui intranet ataupun internet. PT INTI berperan sebagai pemasar produk SDN.
Sebagai produk baru dari RISTEK, LIPI BPPT, dan Komunitas OSS tahun 2006 dihasilkan IGOS Nusantara atau dikenal dengan IGN yang menggunakan open office untuk kebutuhan perkantorannya, sehingga IGN secara penuh menggunakan OSS dan disebarkan secara bebas untuk menjadi milik masyarakat Indonesia. Antisipasi dalam menghadapi kesulitan para pengguna dalam melakukan instalasi dan pemakaian SDN maka disediakan fasilitas training dan informasi lewat internet melalui situsweb igos.
Dalam perjalanan implementasi baik IGOS SDN maupun IGN masih ditemukan kekurangan yang perlu mendapat perhatian, beberapa periferal antara lain printer, scanner, dan flask disk belum menyediakan driver untuk jalan di OSS, kekurangan ini menjadi tantangan para pengembang dan vendor untuk menyediakannya langkah kearan ini sudah dilakukan kerjasama dengan beberapa vendor perangkat keras. Sebagian dapat diatasi dengan cara membuat test bed untuk menguji kompatibilitas peripheral hardware dengan OSS, kemudian di buat daftarnya, hardware mana yang kompatibel dengan OSS, ini dapat dipakai sebagai acuan bagi yang akan mengggunakan OSS dan tidak mau ada kesulitan dengan hardware atau periferalnya. Informasi semacam ini di kelola oleh suatu pusat kegiatan dan layanan kepada masyarakat yang mau dan mampu untuk menjawab semua tantangan yang dihadapi seperti instalasi sosftware, supporting, pelatihan dan layanan konsultasi.
Pusat ini harus mampu mempermudah penggunaan software legal dikalangan masyarakat mengingat bertebarannya berbagai produk OSS yang dapat digunakan oleh masyarakat dengan mudah dan murah, sehingga masyarakat dapat memilih software yang banyak supportingnya dan tidak mengalami kesulitan dikemudian hari, selain itu dapat juga membantu masyarakat dalam memperoleh informasi program OSS, adanya supporting group yang dapat dimanafaatkan oleh masyarakat pengguna OSS tidak saja pada software untuk perkantoran bahkan FOSS GIS (Geographic Information System) yang dilakukan pelatihan TOT nya tanggal 22 sampai 26 Oktober 2007 di PDII LIPI dihadiri oleh 30 peserta.
Pada akhirnya diperlukan suatu pusat supporting OSS yang memiliki fungsi pelayanan untuk kebutuhan internal dan eksternal masyarakat dengan menyediakan sarana display dan distributor produk OSS, perangkat keras berbasis OSS, buku dan dokumen OSS, produk lain untuk promosi OSS, disamping itu menyediakan pelatihan OSS, instalasi, supporting, layanan konsultasi dan informasi, sarana help desk dan supporting dalam pemanfaatan OSS, pelayanan ini tidak saja dilakukan secara langsung bahwan dapat juga dilakukan melalui fasilitas internet.
Untuk menjawab tantangan pelayanan pada publik yang memadai sehingga mudah mendapat informasi tentang OSS baik untuk pelatihan, layanan konsultasi, dll. pada tahun 2007 RISTEK telah bekerja sama dengan berbaga institutsi dan komunitas OSS untuk membangun IGOS Center di berbagai kota, yaitu di Jakarta (BPPT PTIK/Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi) Gedung BPPT Lt 16 Jalan MH Thamrin 8 Jakarta Pusat, dapat diakses ke situs web kttp://oss.inn.bppt.go.id; di Bandung (BeMall) Jalan Verteran Bandung; di Bogor (Warintek Bina Putra Mandiri) Jl Sayuti 28 Parungpanjang Bogor; di Garut (Pusantren Persis 99 Rancabango) Tarogong Garut; di Semarang (Pinux) Jl Gatot Subroto 151 Semarang; di Bali (STMIK Bandung Bali) Jl Tukad Unda 8 Renon Denpasar dan di STIKOM Surabaya. Diharapkan Pusat open source software tersebut dapat melayani kebutuhan masyarakat akan perangkat lunak yang legal, sehingga pelanggaran undang-undang HaKI yang sekarang marak dilakukan dapat dikurangi tanpa harus merugikan masyarakat.
Pada tahun 2007 juga dilakukan kerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta untuk membangun Pusat Pendayagunaan Open Source Software (POSS) antara lain di Insitutut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Universitas Syiah Kuala, Universitas Al-Azhar, President University, Politeknik DEL, Politeknik ASTRA dan Politeknik BATAM.
Sumber : http://www.ekoswara.com
29 Oct
Pagi ini saya mencoba membanhgun ulang blog di http://nurulwati.blog.friendster.com
27 Oct
Pelaksanaan:
Pendaftaran
Pembentukan Tim
Sebuah Tim disyaratkan terdiri dari seorang Coach (pembimbing) dan 3–
6 siswa. Ada 3 kelompok umur, yaitu:
1. Usia 19 tahun ke bawah; (level I)
2. Usia 15 tahun ke bawah; (level II)
3. Usia 12 tahun ke bawah. (level III)
Nilai ekstra akan diberikan kepada tim dengan anggota dari berbagai
negara, budaya dan latar belakang.
Membuat Website
Pilih satu kategori dan buat sebuah website, yang kemudian Anda di-
transfer (upload) ke dalam server kami.
Kriteria evaluasi menerangkan bagaimana website anda dinilai.
Pastikan Anda mempelajari dan mengerti peraturan sebelum mulai
bekerja dan mengirim hasil kerja Anda sebelum 2 April 2009.
Hadiah Bagi Pemenang
Hadiah bagi para pemenang Kompetisi ThinkQuest bisa berupa paket
perjalanan ke ThinkQuest Live di San Francisco, komputer laptop,
kamera digital dan bantuan keuangan untuk sekolah.
Setiap tim yang mengikuti kompetisi akan mendapat kesempatan hasil
karya website-nya diterbitkan/dimasukan ThinkQuest Library. Para
pemenang diumumkan 1 Juni 2009.
Hadiah
Hadiah diberikan kepada para anggota dan pembimbing tim pemenang bagi
setiap tiga kategori kelompok umur. Silahkan kunjungi Aturan untuk
mendapatkan informasi tentang hadiah kompetisi saat ini.
Pemenang Pertama;(level I,II, III)
• Komputer Laptop
• Perjalanan ke ThinkQuest Live
• Beasiswa sekolah
Pemenang Kedua (level I,II, III)
• Komputer Laptop
• Perjalanan ke ThinkQuest Live
Pemenang ketiga (level I,II, III)
• Komputer laptop
• Perjalanan ke ThinkQuest Live
Pemenang harapan : Komputer Laptop (level I,II, III))
Global Perspective Award: (level I,II, III)
• Kamera digital
• Perjalanan ke ThinkQuest Live
ThinkQuest Live 2008
Pada September 2008, para tim pemenang kompetisi ThinkQuest
International 2008 berkumpul di San Francisco untuk ThinkQuest Live.
Ini adalah perjalanan yang disponsori dan sebuah kegiatan untuk
memberikan penghargaan kepada para pemenang pertama, kedua, ketiga
dan tim pemenang Global Perspectives. Anggota Tim akan mengikuti
workshop pendidikan dan perjalanan wisata yang menarik dengan teman-
teman dan para pembimbing mereka, beberapa dari mereka akan bertemu
secara langsung untuk pertama kali.
Selamat mengikuti. Visit http://www.thinkquest.org
17 Oct
Simulasi pembuatan domain di http://www.000webhost.com hasilnya http://ilmupeternakan.net63.net/, dengan admin biasane dengan email admin@solusindotel.com, untuk masuk ke cpanel http://members.000webhost.com/panel dengan login a9342116 pwd biasane
domain ini bisa mempunyai earning money masuk ke http://members.000webhost.com/login.php login dan admin@solusindotel.com dan nurulevi@yahoo.com
17 Oct
Ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan traffic blog kita, cukup memanfaatkan kode html dengan textarea dan link
17 Oct
https://www.reviewme.com/my_account.php dengan menggunakan nurulevi@yahoo.com
Recent Comments